Hari Minggu di Rumah Hebat Indonesia

Minggu kemarin saya pergi ke Solo untuk acara Rumah Hebat Indonesia (RHI). RHI itu semacam komunitas yang berlokasi di daerah Banjarsari, Surakarta. Sejak tahun 2013 lalu, sekumpulan mahasiswa UNS memanfaatkan bangunan yang awalnya kantor Autism Care Indonesia untuk sejumlah kegiatan anak. Ada sekitar 50an relawan yang sebagian besar mahasiswa UNS bergabung di komunitas ini. Tiap sore, mereka bergantian menemani anak-anak SD sampai SMP di sekitar rumah RHI untuk belajar dan punya karya. Kegiatannya mulai dari les pelajaran, Bahasa Inggris, sampai kelas kreatif seperti perkusi, teater, dan melukis. Keren banget.

Rumah Hebat Indonesia

Hari minggu lalu RHI kedatangan tamu dari BEM Unnes dan BEM UNS. Di sela-sela kunjungan tadi, mereka mengadakan sesi berbagi rutin yang namanya Mengejar Inspirasi. Kali ini, ada 3 pembicara yang bercerita tentang kegiatan sosialnya. Saya kebagian menutup acara berbagi tadi. Jujur saja, saya sempat bingung juga mau cerita apa. Ya, saya memang punya banyak kegiatan. Tapi bisa dibilang, dibanding teman-teman di RHI saya nggak terlalu konsisten.

Jadi, saya mulai dengan pengakuan dosa. Saya suka dengan kegiatan seperti mengajak anak-anak membaca. Saya percaya kalau kebiasaan membaca itu harus ditanamkan sejak kecil. Dulu, saya pernah melakukan perpustakaan keliling di beberapa lokasi. Juga membacakan buku buat anak-anak di  sebuah tempat penitipan anak. Berhubung kegiatan-kegiatan tadi membutuhkan banyak konsistensi dan energi. Akhirnya berhenti di tengah jalan.
Aslinya, saya ingin punya sekolah alam. Saya suka banget bikin film dokumenter. Saya ingin di sekolah saya nanti ada film-film buatan saya tentang cara hidup orang-orang di Indonesia. Tapi, saya tidak tahu kapan bisa punya uang, waktu luang, atau cukup pintar untuk mewujudkan hal tadi. Daripada menunggu, lebih baik saya melakukan sesuatu yang saya bisa dulu. Salah satunya lewat menulis di blog.

Saya menulis karena saya peduli. Banyak orang di sekeliling saya terlalu sibuk membayar tagihan. Kadang mereka lupa hal yang mereka lakukan merugikan orang lain. Terlalu banyak orang bependapat seharusnya pemerintah ini dan itu. Sampai kapan kita akan menunggu pemerintah memperbaiki segalanya? Bukankah lebih baik kita melakukan sesuatu? Tiap orang punya cara masing-masing. Kita hanya perlu lebih banyak menggunakan otak dan peduli.

Iklan

Suatu akhir pekan di Kopdar Blogger Nusantara

Kamis malam kemarin, ruang tunggu Terminal Bus Giwangan dipenuhi celotehan anggotanya Komunitas Blogger Jogja (KBJ). Kami, bertigadelapan mau pergi ke Siduarjo untuk ketemuan dengan blogger lain dari seluruh Indonesia. Konon, akan ada seribu blogger dari Aceh sampai Papua datang. Penasaran nggak sih? Gara-gara pengen datang bareng-bareng ke Siduarjo juga, antar anggota KBJ lebih sering ngobrol via twitter dan facebook (namanya juga aktivis dunia maya) juga ketemuan langsung.

Sepanjang perjalanan, ada satu topik yang nggak habis-habisnya dibahas: jaket seragam baru komunitas. Temen-temen pada komplain tentang jaket warna hitam yang belum lama jadi. Mulai dari lengan yang panjangnya ngga proporsional lah, saku yang entah ke mana, trus yang paling lucu: tagline yang salah ketik. Kalimat yang seharusnya “Blogger Berhati Nyaman” bisa berubah jadi “Blogger Berarti Nyaman” 😀

Kami sampai sekitar jam 4 pagi di Terminal Purbaya, Surabaya. Gara-gara bingung nyari tempat buat nunggu dijemput panitia, kami mondar-mandir d terminal kaya anak ilang. Ada beberapa sopir yang nuduh kita tu rombongan mau demo. Sok teu banget.

Waktu sampai di penginapan, saya langsung bengong. Kami harus nginep rame-rame Gedung Olahraga! Saya benar-benar kaget karena asumsi saya, kami akan menginap di hotel. Saya cuma bisa terharu aja waktu lihat ratusan lampit warna-warni berjajar rapi di seluruh bagian. Ini mah kamp pengungsian. Tapi penginapan seperti ini ada keuntungannya juga. Tiap peserta bisa lebih mudah berinteraksi dengan peserta lain karena nggak ada sekat kamar. Kami jadi lebih cepat akrab dan gampang membaur dengan teman baru dari lokasi lain.

Waktu sampai di ruang khusus perempuan, saya kenalan dengan beberapa blogger dari Maros, Palangkaraya, dan Banjarmasin yang lebih dulu dateng. Tadinya seh saya mau lanjut tidur. Tapi nggak bisa gara-gara bantal dan kasurnya dari kain yang panas banget. Entah kenapa saya kali ini nggak bawa sarung pantai atau alas buat duduk seperti biasanya. Trus, atap GOR yang dari logam tu nahan panas. Berasa kaya tidur di dapur yang sanitasinya jelek deh!

Sebelum berangkat ke Sun City Convention Hall, saya diajak kenalan keliling sambil kenalan dengan blogger-blogger lain. Langsung deh saya bagi-bagi kartu nama. Kalau kebetulan yang blogger dari Sulawesi Selatan atau Kalimantan Selatan, saya pasti bilang: saya ada rencana ke sana dalam waktu dekat ini. Ntar ketemuan ya?

Abis itu, saya jalan bareng Lilis bareng sama rombongannya Blogger Bojonegoro ke Sun City Convention Hall. Jaraknya sih cuma sekitar 200 meter dari penginapan, tapi, panasnya itu loh! Nggak nguatin banget. Saya dan Lilis sampai ikutan rombongan Blogger Bojonegoro make banner mereka buat payungan. Takut tambah item. He..he..he. Trus, saya masih aja tetep nyebar-nyebar kartu nama. Tiap kali ada yang nanya tshirt atau pin gambar blogger cewek dengan alamat blog saya lucu, saya cepet-cepet bilang email aja klo mo pesen. Ternyata, saya sales yang menyamar jadi blogger 😀

Sesi seminar selama dua hari penuh dengan banyak pembicara yang cerita tentang pengalamannya bersinggungan dengan dunia digital. Pembicara pertama, namanya Ivan Hudy dari blibli.com. Dia banyak cerita tentang hubungan saling mempengaruhi di dunia digital. Salah satunya tentang beberapa produk-produk multinasional yang sengaja milih blogger-blogger untuk mempengaruhi orang lain supaya memakai produk mereka. Pembicara kedua namanya Willys Wee. Pendirinya Penn Olson, sebuah perusahaan yang kerjaannya mereviu produk-produk teknologi di kawasan Cina dan seputar Asia. Dia masih muda loh. Kayaknya seh umurnya masih 25-an. Orangnya sederhana banget. Bajunya cuma tshirt dan celana jeans biasa. Sepatu kanvas yang dia pake aja dah bulukan. Dulunya, kayaknya tu sepatu warnanya putih. Kalimat terakhir tadi info ga penting ya?
Pembicara ketiga namanya Yansen Kamto. Dia cerita tentang peluang dunia digital. Orangnya lucu. Aku suka kalimat yang dia bilang berkali-kali baik di presentasi ataupun di sela-sela jawab pertanyaan. Kurang lebih begini: saat ini ada banyak berita buruk tentang Indonesia yang bersliweran tiap hari di berbagai media. Dia ngajakin kita-kita buat bikin konten yang baik tentang Indonesia. Yuk! Setuju banget. Hei, kita kan lahir, besar, dan cari nafkah di negeri ini. Harusnya, kita nglakuin sesuatu sebagai ucapan terimakasih. Bukannya nambahin dengan berita buruk!

Ada beberapa hal mirip yang diucapkan sama ketiga pembicara tadi. Mereka bilang tentang pentingnya menetapkan tujuan pembaca (pembicara dari google di hari ke dua juga ngungkapin hal yang sama). Trus yang namanya konten tulisan itu penting banget. Lalu, seorang blogger supaya dikenali harus punya ciri yang ngebedain dia dengan blogger lain. Yang nggak kalah penting, banyak-banyaklah menyebarkan blog tadi. Juga, pandai-pandailah membaca tren dengan tidak melupakan spesialisasimu.

Klo di hari kedua, ada presentasi dari Mbak Silly, penggagasnya Blood4life. Dia cerita tentang usahanya ngumpulin orang-orang lewat dunia maya buat bareng-bareng jadi donor. Kelebihan dunia maya adalah bisa nyebarin info lebih cepat. Merinding deh waktu lihat iklan sebuah browser tentang cerita seseorang yang punya darah O – yang langka mau transfusi padahal dia cuma punya waktu dalam hitungan jam. Dia tertolong berkat internet. Mbak Silly ini berkali-kali bilang, kalau mau berbuat baik, jalani aja mulai dari hal kecil. Ntar lama-lama ke otentikan dirimu akan menarik banyak orang (juga alam semesta) buat bantuin. Trus nanti bakal ada jalan buat sampai ke tujuan.

Lalu masih ada beberapa presentasi dari blogger lokal tentang pengalaman mereka memanfaatkan dunia digital. Salah satunya, Mas Yosi dan Suswono dari Suara Komunitas. Itu semacam jaringan online yang dikelola sama banyak orang. Isinya tentang cerita-cerita dari orang-orang yang tinggal di daerah yang kesulitan dapat akses ke banyak hal seperti informasi dan infrastruktur.

Saya tertarik banget pas denger presentasi tentang programnya East Ventures. Mereka nyari ide-ide tentang bisnis di dunia digital untuk dibiayai klo nanti lolos masa inkubasi. Mauu…

Salah satu sesi yang banyak peminatnya, presentasinya Vimoaj Vijeyakumaar dari Google. Buat orang Indonesia namanya susah ya dieja? Om ini cerita tentang alat-alat nya google yang bisa ngebantu seorang blogger supaya dibaca lebih banyak orang. Dia juga cerita tentang tips-tips cara narik pengunjung supaya berlama-lama di blog dan web optimizer untuk memperbaiki web supaya tampilannya menarik lebih banyak pengunjung. Cek deh buat presentasi lengkapnya. Kayaknya sesi buat tanya jawab waktunya kurang ne. Ada banyak peserta yang ga dapat kesempatan. Saya yang gaptek aja berusaha nangkep logika presentasi tadi buat nanti minta diajarin sama temen lain.

Malam hari pertama dan kedua, di barak pengungsian ada mimbar bebas. Entah kenapa, gara-gara ‘ditipu’ Mas Suryaden, saya bisa jadi MC. Saya sih seneng-seneng aja karena jadi lebih punya banyak kesempatan buat ngobrol dengan peserta dari daerah lain. Hari pertama ini mimbar bebas isinya perkenalan. Terserah, komunitas mana mau cerita tentang kegiatannya. Awalnya, cuma Pak Arsyad dari Kalimantan Selatan yang dengan suka rela maju buat baca puisi. Kakek yang umurnya enampuluh sekian tahun ini ngaku klo punya sekitar enam puluh blog. Awalnya, waktu saya minta supaya peserta maju tampil, saya sempat dicuekin. Tapi, setelah ada beberapa orang maju curhat colongan ada banyak yang antri buat numpang eksis. Sayangnya, karena sesi seminar yang padat banget, banyak blogger yang ngerasa capai dan milih untuk tidur duluan.

Selain itu, ada games dari XL. Juga Mbak Rika dari Idblognetworks yang cerita tentang Indonesia yang punya pengaruh kuat di dunia maya karena jumlah penduduk dan pengguna internet yang besar. Dia juga bilang kalau banyak perusahaan besar yang mulai menggeser anggaran kampanyenya dari media konvensional ke media digital. Tahun depan malah perusahaan-perusahaan bakal mengalokasikan 40% belanja iklannya di dunia digital. Itu peluang bukan? Klo kita (blogger maksudnya) mau ikut ambil bagian untuk dapat penghasilan dari hal tadi, kita harus punya konten unik yang beda dengan orang lain.
Di mimbar bebas kedua, perwakilan komunitas cerita tentang agenda kedepannya. Banyak blogger yang pengen acara Kopdar Blogger Nusantara ini nggak berhenti di sini aja. Muncul permintaan mulai dari bikin semacam milis sampai minta no kontak semua peserta supaya kita masih tetap berhubungan selepas Kopdar Blogger Nusantara selesai. Trus ada Mas Doni dari internet sehat dan Mas Banyumurti dari Relawan TIK cerita tentang pentingnya menyampaikan hal-hal positif lewat internet dan membuat supaya internet bisa diakses banyak orang.

Nggak kerasa ya sudah hari terakhir. Ada sesi di mana panitia Blogger Nusantara tentang kronologis kebentuknya Kopdar Blogger Nusantara. Mulai dari ada obrolan tentang mimpi buat ngumpulin blogger-blogger tanpa ada kepentingan politik. Juga cerita klo awalnya sempat mikir ini hampir nggak mungkin. Selain butuh dana besar banget, butuh alas an yang kuat untuk narik seribu blogger dari seluruh Indonesia buat datang. Trus ada sesi buat milih perwakilan blogger buat ngerumusin Kopdar Blogger Nusantara 2012. Sebelum acara berakhir, ada pembacaan sumpah blogger. Merinding oi… Apalagi waktu denger lagu pengiring yang dipakai. Lagu Tanah Air ciptannya Ibu Soed. Jadi pengen nangis, inget ni lagu yang ada di playlist saya waktu nulis ulang Para Pemuja Matahari.

Waktunya pulang, kami berkemas-kemas dan blogwalking. Kali ini yang didatengi bukan blog orang lain di dunia maya, tapi bloggernya langsung. Sambil janjian buat tetep kontak-kontakan. Saya dadah-dadah terus sama blogger-bloger di Kalsel sambil ngucapin sampai ketemu dua minggu lagi. Saya bakal blogwalking ke sana. Dan, saya juga merencanakan datang ke tempat blogger-blogger lain.

Sampai ketemu lagi di Kopdar Blogger Nusantara 2012. Semoga, karena dipersiapkan jauh hari, acara tahun depan bisa punya agenda yang kuat. Kebayang nggak sih kalau ada seribu blogger kompakan melakukan sesuatu? Pengaruhnya pasti bisa sampai ke banyak orang karena masing-masing blogger pasti berhubungan dengan orang lain lewat berbagai social media.

BTW: karena saya nggak bawa kamera, foto2 ini ngoi punya orang. Makasih Jeanot dan Hanif.