Konser Amal Onliner Jogja

Sejak Januari lalu, beberapa onliner seperti Fajar dan Ryan punya ide mengadakan penggalangan dana untuk pengungsi Sinabung dan Kelud. Beberapa onliner kemudian menyatakan akan membantu pelaksanaannya. Setelah ngobrol dengan band-band pengisi acara, acara akan jalan tanggal 28 Februari.
Persiapan acara baru mulai minggu terakhir. Kumpul mingguan tiap rabu berubah menjadi rapat koordinasi. Kami membuat daftar hal apa saja yang belum kita kerjakan dan barang apa saja yang belum ada. Kami baru sadar kalau belum menghubungi peminjaman LCD, belum ada MC, bahkan, kami belum tahu di mana harus meminjam tikar!

Seminar Online
Hari Kamis akhirnya jadi hari sibuk dan penuh mondar-mandir. Beberapa barang bahkan baru ada hari Jumatnya. Waktu hari H, jam dua siang di lokasi baru ada beberapa orang blogger. Kami sempat panik karena sebelumnya hujan sangat deras. Ratusan orang konfirmasi untuk hadir di undangan online yang kami sebar sepertinya tidak mungkin datang.

Acara baru mulai pukul empat lebih. Molor satu jam lebih dari jadwal. Sesi pertama isinya seminar online. Iwan memulai dengan presentasi tentang perbedaan antara facebook fanpages dan profil. Saya jadi ingat waktu kenal Iwan beberapa tahun lalu. Dulu dia cenderung pemalu saat berada di tengah orang asing. Sekarang, Iwan sepertinya mulai merasa nyaman berbicara di muka umum. Peserta mulai berdatangan sekitar jam 5an. Jeanot kemudian mengisi seminar kedua. Ia bercerita tentang logaritma google. Ia dan para praktisi seo selama ini menebak perhitungan Google supaya web atau blognya ada di halaman pertama google. Jeanot menyisipkan ajakan untuk bergabung di Komunitas Blogger Jogja. Ia promosi kalau kami punya pertemuan tidak resmi tiap rabu. Siapa saja yang ingin belajar tentang blogging bisa bertukar ilmu dengan blogger lain.

Acara berhenti sebentar saat magrib. Tadinya, Lulu Rahardi, teman yang penyiar, mau menemani  saya untuk jadi MC. Entah kenapa tiba-tiba dia nyuruh saya ngemsi sendirian. Lucunya, dia protes sama wajah saya yang polos tanpa make-up. Mbak Lulu kemudian mengeluarkan kosmetiknya dan mulai mendandani saya. Sekitar jam 7an, Kak Iko dan teman-temannya tampil. Mereka menyanyikan lagu-lagu untuk anak. Beberapa ciptaan mereka. Saya langsung tanya bagaimana cara menghubungi dia. Sepertinya kalau nanti pegiat literasi Jogja mengadakan acara anak, ia bisa diajak bergabung.

Foto bareng Jikustik, LaQuena, Kak Iko

Penampilan kedua dari LaQuena. Saya baru tahu arti nama tadi pekik kemenangan. Tanggal 28 Februari kemarin mereka berulang tahun yang kedua. Lagunya asyik. Saya yang belum pernah dengar lagunya saja bisa menikmatinya.  Ada lagu judulnya “Sendiri dulu” dan “Lady rocker”. Dua lagu tadi temanya tentang move on. Saya sih nangkepnya kalau pun barusan putus, dunia masih bersinar. Masih ada banyak hal buat dikerjakan daripada meratapi nasib. Di sini la Quena menyumbang 5 keping CD audio yang dilelang. Hasilnya akan ditambahkan ke sumbangan. Penonton ikutan nyanyi waktu mereka menutup penampilannya dengan lagu dari Iwan Fals.
Konser amal ditutup oleh penampilan dari Jikustik. Vokalisnya bilang mereka baru akan menyanyi setelah kotak sumbangan muter dan ada yang mengisi. Horee.. Beberapa orang menyumbang lagi. Asik lo duduk di kursi depan pas mereka main. Berasa kaya dinyanyiin lagu. Jikustik menutup penampilannya dengan lagu “Selamat malam”. Penonton pada ikutan nyanyi dan meminta lagu lain. Sayang, konser mininya harus selesai.

Seusai acara, kami beres-beres dan menggulung tikar. Capek tapi senang. Sebelum pulang, kami sempat berkumpul untuk toss bareng.  Jadi, kapan lagi kita bikin acara amal? Dengan persiapan yang lebih matang supaya ada banyak orang ikut bergembira?

Foto dokumentasi Komunitas Blogger Jogja

Iklan

Undangan Terbuka #ngopikere tanggal 10-12 Mei 2013

Hallo para pemakai media online baik blog, twitter, facebook, atau yang lainnya. Ngumpul rame-rame yuk dari tanggal 10-12 Mei 2013. Itu pas long wiken. Lokasinya di kediaman Kang Totok @gunung Kelir, Kaligesing, Pegunungan Menoreh. Kalau nggak tahu jalan ke sana, jangan khawatir. Kita ketemuan aja di beberapa titik di Jogja buat ke atas bareng. Panitia juga menyediakan angkutan buat ke atas kok. Cek di sini untuk update transportasi dan jadwal ya?

keluarga-ngopikere-gif

Kalau mau berangkat sendiri, ini peta ke Gunungkelir.

denahiiiii1

Di sini, kita bakal ngumpul-ngumpul, kenalan, dan makan-makan. Tuan rumahnya nyediakan ayam, sate, jagung, kentang, ubi, dan roti buat dibakar. Berhubung judulnya Ngopikere, pastinya ada sesi ngopi-ngopi. Silahkan (justru sangat dianjurkan) kalau teman-teman ngajak yang lain. Nggak ditarik biaya dan sudah ada yang menjamin makan di sana. Siap-siap aja bawa selimut atau jaket. Gunung Kelir dingin soalnya. Bawa juga alas kaki yang nyaman untuk jalan kalau teman-teman mau keliling Bukit Menoreh atau singgah di Gua Seplawan.

Gua seplawan

Gua seplawan

Apa bedanya #ngopikere dengan kopdar onliner yang lain? Yang pertama, di sini nggak ada acara resmi semacam seminar dan kawan-kawannya. Bukannya kalo kita datang ke kopdar aslinya Cuma pengen ketemu sama teman lain di dunia maya? Jadi, silahkan datang untuk berteman. Kami tunggu.

Supaya panitia tahu berapa orang yang akan hadir buat siap-siap, mohon isi form ini ya? Nggak harus ikut penuh waktu kok.

Suatu Hari di Kopdar Blogger Nusantara 2012

Sekitar jam satu tengah malam, pesawat yang saya naiki sampai di Bandara Hasannudin, Makasar. Saya terharu waktu ada tiga panitia Kopdar Blogger Nusantara nungguin. Baik banget, jam segitu masih mau ngejemput. Ternyata, saya bukan satu-satunya yang dateng di jam engga enak. Kami masih nungguin satu blogger lagi dari Bekasi. Namanya Indah Juli yang akhirnya jadi teman sekamar saya.

Tadinya, saya mikir kalo penginapan dan lokasi kopdarnya tu jadi satu. Niatnya sih mo gantiin bobo sampe siang trus datang nelat. Ternyata, lokasinya di tempat lain. Berhubung nggak nyatet alamat dan males nyasar, saya ngikut bus ke TKP.

Sampai di lokasi acara, para blogger pada heboh rame-rame. Bukannya rebutan buat dapet tempat duduk yang strategis, mereka lebih sibuk foto-foto di backdrop yang ada di belakang. Acara lalu dibuka sama tari-tarian khas Sulawesi Selatan. Musiknya yang keras cukup bikin batal ngantuk.

Sesi pertama, ada blogpreneurship dan cerita tentang Blood4life. Waktu itu, penonton masih pada duduk manis di kursinya. Semakin siang, peserta mulai mundur dan nyebar ke boot pameran yang ada di belakang. Abis, kalo cuma dengar orang ceramah, kita kan nggak usah jauh-jauh terbang ke Makasar.

Kita malah pada bergerombol dan kenalan sama blogger-blogger dari daerah lain. Yeah, itu kan yang seharusnya disebut kopdar. Selain reunian sama blogger lain yang dulu datang di BN 2011 atau acara lain, saya kenalan dengan banyak teman baru. Dari Ende ada Tuteh yang rame dan Fauzia yang kalau ada orang cerita pasti ditimpali sampai Z. Ada juga Abang Agus Lahinta yang saya penasaran banget kerjaannya apa karena dia sangat rapiii sekaliiii… Lalu ada Om Bisot yang sok mengenal dan dikenal semua blogger 😀 Saya lupa minta tanda-tangan.

Saya juga ketemu sama orang-orang yang selama ini cuma tahu namanya di dunia maya. Mulai Lelaki Bugis yang hobi menggalau. Almascatie seleb blogger yang tadinya saya pikir cewek (terbalik dengan Anaz-kia yang ternyata cewek). Juga ada Hendri dari Solo yang dicintai semua orang karena menyenangkan buat dibully. Pokoknya kalau disebut satu-satu nggak cukup deh posting sepuluh halaman.
Nyenengin pokoknya ketemu sama banyak orang. Tuker-tukeran cerita tentang kegiatan, dan moga aja sih ntar bisa ada yang tukeran program. Beberapa blogger yang saya temui ternyata punya kegiatan yang nggak jauh-jauh dari nyumbang buku, bikin perpus, atau ngajakin anak-anak kecil membaca. Kayaknya banyak yang ngerasa kalau ada banyak hal yang nggak beres di Indonesia. Dan salah satu cara memperbaikinya adalah ngasih akses pengetahuan ke sebanyak mungkin orang.

Pas acara malem, baru mulai kerasa yang namanya kopdar. Ada acara kenal-kenalan antar komunitas. Serunya lagi, acaranya sambil makan masakan khas Makasar yang yummy. Ada songkolo yang isinya ketan itam dengan lauk ikan teri dan parutan kelapa. Juga pallu basa yang isinya nasi santan mirip kaya lontong yang dimakan dengan daging sapi dan kuah.

Hari kedua kita berangkat ke pantai Akarena ramai-ramai. Di sana, main-mainan kaya jaman kita kecil dulu. Mulai dari gobak sodor, enggrang, boliblol sampai lompat tali. Ternyata di daerah lain juga pada punya mainan tadi. Namanya aja yang beda.

Aslinya sih asyik. Tapi panasnya itu loooo… Nggak nguatin. Setelah capek, laper, dan keringetan, kita pada nongkrong di warung. Saya sempat ngicipin pisang epe. Itu pisang bakar dipenyet yang dikasih saus karamel ada rasa durennya.

Habis itu bus lanjut ke Fort Rotterdam. Kayaknya dari semua rombongan cuma saya deh yang menyempatkan diri masuk museum I La Galigo. Yang lainnya pada jauh cinta sama jendela dan pintunya. Beberapa malah sempat-sempatnya bikin foto dengan gaya ala gaya pre wed. Sebelum pulang ke penginapan, sebagian jalan ke jalan Somba Opu buat beli oleh-oleh. Sisanya, yang ga kuat panas pada terkapar di selasar benteng yang adem.

Akhir Pekan di Festival TIK, Bandung

Hari Jumat, sejak jam satu siang, saya dan Kang Kombor sudah duduk manis di warung angkringan di pinggir jalan. Kami nungguin bus relawan TIK yang datang dari Surabaya buat nanti berangkat bareng-bareng ke Bandung untuk datang ke http://fest.relawan-tik.org/. Ternyataa… AC bus mati di daerah Karanganyar. Jadi bus baru sampai Jogja jam lima lebih banyak!

Di dalam, sudah ada 28 blogger dan pegiat TIK. Jadi mirip kayak reunian karena sebagian pernah ketemuan di Kopdar Blogger Nusantara tahun lalu. Bus kemudian jalan dan berhenti beberapa kali untuk menjemput teman lain di Jawa Tengah.

Biasanya, Jogja-Bandung itu butuh waktu sekitar 9 jam lewat jalan darat. Berhubung bus ini sebentar-sebentar berhenti buat mampir ke pom bensin (toilet maksudnya), kami baru sampai Bandung sekitar jam 8 pagi. Waktu turun, saya langsung wawancarai Pak Novi yang jadi koordinator bus. Mukanya lusuh, kelihatan melas kalao direkam buat video diary saya 😀 Mas Novi cerita kalau teman-teman yang dari Jawa Timur pada janjian di Terminal Bugurasih jam 5. Sebelum setengah enam mereka berangkat. Dan, baru sampai Bandung 27 jam kemudian.
Habis itu kami jalan kaki ke wismanya Politeknik Telkom buat mandi dan naruh barang. Dan, tempat ini baru jadi saudara-saudara. Sebelum masuk ke kamar, kami dibekali ciduk, ember karena kamar mandinya sama sekali belum pernah dipakai. Trus kita juga dikasih poster bekas yang ternyata gunanya buat nutup jendela kamar mandi karena belum ada gordennya.

Habis sarapan, kami trus pergi ke aula lantai 3 buat upacara pembukaan. Di sana dah rame banget. Sepertinya ada lebih dari 300an orang ada. Saya dan beberapa teman yang datang telat sampe ga kebagian tempat duduk.

Di festival tadi, ada banyak banget seminar. Temanya berkisar tentang peran TIK dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Pembicaranya datang dari berbagai orang yang hidupnya dipermudah oleh TIK. Mulai dari orang-orang yang berbisnis makai internet dan sosial media, fotografer, animator, artis, sampai aktivis. Pokoknya banyak deh.

Waktu lihat daftar acara, saya sampai bingung mau milih yang mana. Banyak yang seru dan jadwalnya di jam yang sama. Berhubung saya memiliki kapasitas otak yang terbatas untuk menerima info, jadi saya memutuskan untuk mengikuti dua seminar tiap hari. Sisa waktunya, saya pakai buat nongkrong-nongkrong dengan kenalan lama dan kenalan baru yang datang dari hampir seluruh Indonesia.

Jadi begini ceritanya, berhubung dalam festival TIK ini ada munas, dari tiap propinsi ada satu perwakilan relawan yang dibiayai. Tapi ternyata banyak juga yang datang pakai biaya sendiri. Keren lo, saya ketemu dengan rombongan dari bangka (belitung) yang jumlahnya mpe 15 orang. Pokonya hore deh tambah kenalan.

Seminar pertama yang saya ikuti judulnya “Perkembangan TIK dan dampaknya bagi masyarakat.” Di sana ada Aswin Sasongko (Dirjen Aptika Keminfo), Wisit Atipayakoom (nama orang Thailand susah ya? Dari International Telecomunication Union) dan Itoc Tochija (walikota Cimahi). Isinya kira-kira pegini: pemakai internet di Indonesia tu besar. Pemakaian internet menyebabkan informasi cepat menyebar dan hal tadi punya dampak baik dan buruk. Ada semacam “kewajiban” bagi pemakai yang lebih tahu untuk mengedukasi orang lain supaya internet lebih banyak manfaatnya.

Habis itu saya ikut seminarnya Pak Onno tentang open BTS. Bahasa gampangnya gini deh: ada pemancar hp yang bisa dibikin sendiri dengan dana murah (jika dibandingkan dengan BTS operator yang harganya 3M maksudnya). Nah, BTS ini memungkinkan hape GSM menelepon tanpa operator seluler. Jadi, gratisan gitu. Acaranya rame, banyak peserta yang penasaran dan tanya-tanya. Pak Onno sendiri orangnya asyik. Dia cerita kalau saat ini masih tetap ngembangin open BTS. Sebelum makai software yang sekarang, dia berkali-kali gagal makai beberapa jenis software. Pak Onno juga pesen di tiap penelitian itu pasti bakal banyak salahnya. Tapi, seorang peneliti harus nyatet kegagalannya supaya bisa ngehasilin produk yang lebih baik.

Hari kedua saya ikut seminar judulnya Itpreneur. Pembicara pertama Bob Merdeka yang beberbagi cerita tentang gimana dulu mulai jualan maicih yang sekarang jadi trademark keripik pedas itu lewat twitter. Awalnya dia cuma punya 100 follower lo. Ada banyak orang yang ngelihat dia sekarang masih muda (umurnya masih 26) dan sukses dengan bisnisnya karena beruntung aja. Kata si Bob engga lo, dia cerita kalau dah mulai usaha sejak umurnya 19 tahun. Dia sempat berkali-kali gagal waktu jualan bermacam-macam produk. Trus ada Blontakpoer yang jualan teh yang promosinya terbantu oleh media sosial. Sekarang, tehnya bisa dijual di Kopitiam dan ekspor.
Ada lagi presentasi Pak Joddy Hernady, EGMnya PT Telkom. Dia cerita tentang berbagai aktivitas PT Telkom di dunia teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Telkom sekarang mengalokasikan sekian persen keuntungannya untuk mendanai industri kreatif. Mereka punya beberapa penghargaan dan fellowship untuk orang-orang yang bergerak di dunia digital. Jadi pengen daftar Indigo fellowship. Itu semacam beasiswa yang nyari ide-ide di dunia digital buat dikembangkan dan kalau layak nanti akan didanai.

Lalu yang terakhir pembicaranya Pak Nukman Luthfi dari Tangan di Atas. Dia dulunya marketingnya detik. Bapak ini cerita kalau dulu susah cari modal untuk perusahaan digital. Dulu, jarang ada perusahaan kecil karena butuh modal besar. Bapak ini ngajakin kita supaya jangan jadi sekedar pemakai internet. Ada banyak pengusaha yang masih muda dan bisa kaya karena memanfaatkan internet. Mulailah memakai internet untuk jadi sumber inspirasi bisnis sampai ke pamasaran.

Setelah itu saya ikut seminar lain. Temanya masih tentang bagaimana memanfaatkan TIK untuk berbisnis. Pembicara pertamanya Eddy Aji Poerwanto. Dia pemilik beberapa usaha yang pemasarannya lewat internet. Sekarang juga kerja sebagai konsultan IT. Bapak ini cerita tentang cara nyari peluang usaha dengan bantuan google dan cara supaya web kita dipercaya sama calon pembeli kalau asli. Trus ada muhammad Yasin yang jualan jasa aqiqah. Dia cerita bagaimana mengoptimasi web supaya muncul di halaman pertama google. Yupz, orang kan sekarang kalau nyari sesuatu pakai google.

Berhubung asyik dan banyak kenalan baru, nggak kerasa, tiba-tiba dah penutupan. Habis magrib kami pulang pakai bus lagi. Sepanjang perjalanan, kami ngobrol kapan bisa ketemuan lagi.

Ps: semua foto di atas dari kamera Wahyu Alam karena saya blum sempat mindah data.

Suatu Kamis di Joglo Abang

Kamis, 12 April lalu blogger-blogger di Jogja berkumpul di Joglo Abang. Ada acara ngobrol-ngobrol seputaran dunia digital yang diadain sama IBN dan XL. Kegiatan masih jadi satu dengan rangkaian peresmian BTS XL yang sudah lebih dari 30.000.

Lagi-lagi, di sini saya jadi mc dadakan. Waktu sesi pertama, Pak Roger, Pak Indra, Mas Bimo, dan Mas Rendra ngasih presentasi tentang XL. Mulai dari tarif khusus yang XL berikan buat komunitas, layanan data, sampai Hotrod 3G+.

Habis itu ada Handri Pangestiaji, pendirinya situs pencari usaha jasa www.promoote.com Di situs tadi, kita bisa nyari jasa-jasa seperti laundry, guru les privat, sampai tukang sedot wc berdasar lokasi. Untuk sementara, data situsnya masih di seputaran Jakarta. Handri ini cerita pengalamannya bikin usaha digital dan dapat investor. Dia bilang, memulai usaha di bidang jasa cenderung lebih mudah untuk dilakukan. Karena hal tadi bisa dimulai dari hobi. Trus modalnya juga relatif lebih sedikit daripada dagang. Selain itu, usaha jasa bisa diawali tanpa punya infrastruktur seperti toko atau mobil. Dan, ide buat bikin usaha ini cukup dari peka sama hal-hal yang ada di sekitar kita aja. Dulu, Handri kepikiran bikin promoote gara-gara kesulitan nyari pembantu.

Lalu ada Daeng Ipul dari Makasar. Dia nanti yang akan jadi Ketua Panitia Kopdar Blogger Nusantara 2012 di Makasar. Sebelum presentasi tentang rencananya, Daeng Ipul cerita tentang Kota Makasar sambil ngelihatin foto-foto. Dia, dan blogger-blogger di Makasar pengen nunjukin kalau kota tadi isinya bukan cuma tukang demo dan tawur aja. Berhubung kalau acara Kopdar isinya diskusi berhari-hari di ruangan itu membosankan, bakal ada acara jalan-jalan ke pulau kecil deket makasar oi. Yang pengen ikut, acaranya masih bulan November kok, jadi masih ada 7 bulan buat nabung buat beli tiket.

Mas Suryaden dan Mas Yossy habis itu cerita tentang http://festivaljadul.desamembangun.or.id/

Acara yang diadain nanti tanggal 2 sampai 5 Juni 2012 ini jadi ajang tempat berkumpulnya desa-desa di kawasan Jawa Selatan. Selama ini, daerah tersebut lebih miskin. Infrastruktur dan fasilitas kesehatan juga pendidikan di selatan Jawa cenderung kalah jauh jika dibandingkan dengan daerah Utara. Tapi ternyata, ada desa-desa yang melek IT. Mereka berusaha memakai pengelolaan informasi untuk memajukan desanya. Ada yang pernah dapat penghargaan internasional juga lo. Buat teman-teman yang peduli dengan desa, gabung yuk di festivalnya? Cara paling sederhana buat ambil bagian adalah dengan datang dan cerita tentang acara ini. Mau bantuin saweran buat acaranya juga boleh banget. Di web tadi ada kontak orang-orang yang bisa dihubungi kok.

Sebelum acara berakhir, Mbak Rika dari IBN cerita tentang rencana pengembangan IBN. Dia juga bilang kalau Indonesia itu pasar IT yang besar. Kata Mbak Rika, anggaran iklan untuk dunia digital di Indonesia tu sekitar 1,5 juta dolar. Dan, baru 5% yang terserap. Artinya, masih banyak peluang buat dapat pendapatan dari internet dan kawan-kawannya. Kalau untuk IBN sendiri, setelah tahun lalu dapat tambahan dana dari East Ventures, mereka sempat didatangi 8 ventures internasional lain yang tertarik buat kerjasama.

Ps: Foto-foto ini ngopi punya Mas Suryaden. Saya kemarin nggak sempat ngambil foto