Agnes Monika, Manusia Indonesia, dan Negro Amerika

Beberapa waktu lalu, saya membaca berita di sebuah surat kabar online tentang rencana kepergian Agnes Monika ke Amerika. Di bawah berita tersebut muncul berbagai tanggapan. Kebanyakan isinya menghujat tentang perilaku Agnes yang selalu membangga-banggakan Amerika.

Agnes bukan satu-satunya pemuja Barat, banyak selebriti dan kaum kaya di Indonesia yang dengan bangga bercerita kalau mereka liburan di luar negeri atau memakai produk buatan luar negri. Lucunya, “bule” minded ini juga dialami oleh orang-orang terdidik Indonesia. Sering sekali kita dengar atau baca seorang profesor atau ahli apa mengagung-agungkan teori dari luar (padahal belum tentu teori itu cocok diterapkan di Indonesia).

Mungkinkah karena Indonesia terlalu lama dijajah oleh bangsa kulit putih sehingga kita beranggapan semua produk dari Bule-bule ini lebih hebat?

Saya jadi teringat biografi Malcom X yang pernah saya baca. Pada tahun 40 an, orang-orang kulit hitam dianggap lebih rendah dari orang kulit putih. Orang-orang kulit putih terbiasa memperlakukan orang kulit hitam seperti budak. Negro Amerika pun merasa mereka lebih hina dari kulit putih dan berusaha untuk meniru orang kulit putih. Mereka terobsesi bahwa dengan kulit yang lebih terang bisa mengangkat status mereka. Para negro kemudian melakukan berbagai cara supaya mirip kulit putih. Seperti meluruskan dan mengubah warna rambut mereka. Malcom X berpendapat hal itu sangat konyol, apapun yang mereka lakukan, seorang negro tetaplah negro. Berusaha meniru kulit putih hanya menghilangkan identitas mereka.

Bukankah hal yang sama terjadi di Indonesia? Terutama di kalangan menengah ke atas. Banyak orang Indonesia yang membeli barang buatan luar negri hanya untuk gengsi. Bayangkan, di negara yang 27,1% penduduknya miskin masih banyak orang berlomba-lomba untuk membeli barang yang menurut mereka mahal demi status. Kapan kita bisa maju?

Untuk Anda yang merasa sebagai orang Indonesia. Saya minta banggalah pada negara Anda. Ya, mungkin banyak hal di Indonesia yang masih minus, tapi anda lahir, besar, dan mencari nafkah di Indonesia kan? Daripada anda menghujat negeri sendiri dan memuja negri orang lain, lebih baik, lakukan sesuatu untuk merubah Indonesia. Hal ini bisa dimulai dari cara sederhana seperti memakai barang buatan Indonesia.

 

Salam dan semoga hari ini indah,

Iklan