Air dan Api: Pemadam Kebakaran itu Pekerjaan Mulia

Poster Air dan Api

Poster Air dan Api

Kemarin, tanggal 30 Maret, saya dan Gugun memutuskan untuk menonton film Air dan Api. Awalnya, film tadi sama sekali tidak ada di daftar nonton kami. Kami memilih film Indonesia secara acak untuk merayakan Hari Film Nasional.
Film tersebut bercerita tentang sekelompok pemadam kebakaran. Tiga tokoh utama dalam film, Sisi, Dipo, dan Radit masuk menjadi pemadam kebakaran karena alas an yang berbeda. Dipo yang anak pengusaha kaya, ingin memiliki pekerjaan menolong sesama. Ia bosan kuliah di sekolah bisnis dan memilih menjadi pemadam kebakaran. Radit, seorang tukang bikin onar, dipaksa ayahnya untuk jadi pemadam kebakaran. Menurut sang ayah, pekerjaan tersebut akan membuat Radit lebih bertanggung jawab. Sedangkan Sisi ingin menjadi pemadam kebakaran untuk meneruskan jejak ayahnya.
Film tadi cukup menarik untuk ditonton. Setidaknya, temanya bukan sekadar kisah cinta cengeng atau rebutan harta ala sinetron. Beberapa adegan lucu mewarnai film. Meski di beberapa tempat terlihat aneh. Bagi saya, komedi yang tidak pada tempatnya mengurangi betapa pemadam kebakaran itu pekerjaan yang mulia.

Lalu, ada adegan-adegan yang tidak logis. Seperti waktu Dipo dan teman-teman hendak menyelamatkan korban banjir. Entah darimana muncul rakit yang tiba-tiba bisa mereka gunakan.

Tapi, film ini membuka mata saya tentang profesi mulia yang tidak popular di Indonesia. Saya baru tahu kalau pemadam kebakaran juga bertugas mencegah orang bunuh diri. Mereka juga diturunkan untuk mengevakuasi korban banjir. Saya malah jadi langsung berpikir. Di Indonesia, berapa banyak ya pemadam kebakaran? Apakah jumlahnya layak? Dengan tanggung jawab sebesar itu, apakah jam kerja mereka siap untuk menjaga stamina jika sewaktu-waktu muncul bencana? Pemadam kebakaran juga manusia. Apa jika letih mereka bisa menjalankan tugas dengan baik?

Tugas pemadam kebakaran ternyata sangat luas. Mulai dari menghentikan demo hingga mencegah orang untuk bunuh diri. Hal tersebut membutuhkan kemampuan negosiasi yang baik. Apakah pemadam kebakaran di Indonesia memiliki bekal untuk itu? Selain keahlian, saya jadi bertanya apakah pemadam kebakaran di Indonesia memiliki peralatan yang layak? Apakah mereka mendapat berbagai macam pelatihan supaya bisa menyelamatkan orang dan bukannya menjadi korban? Film ini membuat saya ingin bertemu pemadam kebakaran sungguhan. Saya ingin mendengar langsung cerita tentang profesi mulia ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s