Anak Hebat Hasil Didikan Orangtua Cerdas

???????????????????????????????Kutipan tadi saya dapat waktu datang ke Festival Teknologi Pendidikan di Museum Pendidikan Indonesia. Saya setuju sekali, karena guru pertama seorang anak adalah orangtuanya. Karena ibu secara emosional lebih dekat dengan anaknya, peran ibu sangat besar dalam perkembangan anak.
Saya jadi teringat saat beberapa bulan lalu datang ke acara Suara Anak. Di sana saya terpesona dengan anak-anak yang menjadi pembicara di acara tersebut. Umur mereka masih belia. Antara 7 hingga 12 tahun. Tapi mereka sarat dengan prestasi. Ada yang memenangkan lomba di luar negeri, pernah tampil di tivi, atau sudah menerbitkan buku. Hebatnya, mereka tahu apa yang akan mereka lakukan jika besar nanti. Seorang anak bercerita kalau ia ingin menjadi wartawan di National Geography, anak lain ingin menjadi perenang profesional di tingkat internasional. Jujur saja saya iri. Karena saya dan kebanyakan orang baru tahu apa yang akan kami lakukan setelah dewasa dan bekerja.
Sayangnya, kebanyakan anak-anak tadi ada di latar belakang yang sama. Mereka datang dari keluarga menengah ke atas. Dengan orangtua (terutama ibu) yang cerdas. Saya bilang sayang karena tidak semua anak seberuntung mereka. Saya kerap kali menemui orangtua yang menitipkan anaknya ke sekolahan. Mereka berpikir kalau sekolah akan mendidik anaknya. Sebagian orangtua yang saya tahu berpikir jika anaknya berprestasi secara akademis, mereka akan mendapat pekerjaan yang baik.

Sepertinya, hidup tidak sesederhana itu. Ada banyak hal yang tidak diajarkan di sekolah formal. Juga ada banyak hal yang diajarkan di sekolah tidak berguna untuk hidup.
Saya sering bertemu dengan orangtua yang kebingungan bagaimana cara mendidik anaknya. Menurut saya, hal tersebut masih lumayan. Setidaknya mereka akan berusaha mencari informasi cara mendidik anak. Lebih banyak lagi orangtua yang hanya sekadar mengikuti insting atau meniru cara orang disekelilingnya mendidik anak.

Anak dan menggambar

Saya berkali-kali melihat orangtua membelikan barang mahal untuk anaknya. Hal tersebut merupakan cara menunjukkan kasih sayang. Mereka tidak sadar jika hal tersebut akan membentuk anaknya menjadi materalistis. Menilai segala hal dengan uang. Ironisnya, untuk membayar barang-barang tadi banyak orangtua yang terlalu sibuk bekerja. Dan menitipkan anaknya kepada pembantu. Bagaimana dengan Anda? Tipe orangtua seperti apakah Anda? Atau jika belum punya anak, sudahkah Anda mempersiapkan diri untuk menjadi orangtua yang cerdas?

One thought on “Anak Hebat Hasil Didikan Orangtua Cerdas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s