Icip-icip Yummy di Cupuwatu Resto

Gara-gara melihat iklan tentang manuk londo di sepanjang Jalan Solo, saya penasaran dengan rasanya. Menu andalan Resto Cupuwatu tadi masuk ke daftar kuliner Jogja yang ingin saya icipi. Dan, hari ini saya berkesempatan menikmati kuliner khas Yogyakarta bersama blogger-blogger lain.

Kata malon dipakai untuk menyebut burung yang berasal dari Perancis. Di sana, unggas ini lebih dikenal dengan nama franch quail. Malon kemudian diternakkan di Jogja. Menurut flyer yang saya baca, burung ini proteinnya lebih tinggi dari bebek. Tapi penikmatnya tidak perlu khawatir karena kolesterolnya lebih rendah jika dibandingkan dengan bebek. Kuliner Jogja

Kami mulai datang untuk mencicipi kuliner khas Yogyakarta ini mulai pukul 11 siang. Saya memesan Malon Bumbu Kuning dan Es Campur. Berhubung saya mendapat meja nomer satu. Pesanan saya yang pertama datang. Hore.. saya bisa makan sebelum blogger lain.
Waktu pelayan mengantarkan piring ke meja, saya langsung membaui kunyit dan rempah-rempahnya. Hangat dan manis. Langsung saja cepat-cepat saya makan. Saya memilih untuk menikmatinya langsung dengan tangan. Lebih enak untuk menguliti daging tanpa garpu dan sendok. Malon bumbu kuning ini rempah-rempahnya terasa sampai ke tulang-tulang. Kata public relation Cupuwatu, Malon butuh lebih lama dimasak. Ia diungkep lebih lama daripada unggas lain supaya empuk. Si mbak benar, saya bisa mengunyah tulang leher dan kepala malon. Rasanya gurih.

Selain menu yang dimakan para blogger, Cupuwatu Resto mendisplay ke delapan menu Malon di sekeliling ruangan. Berbagai menu malon-malon ini ditata di piring-piring dengan latar patung loro blonyo dan punokawan. Selain 8 menu malon, ada dua menu tambahan yang disajikan di tampah. Jadi pengen nyoba yang lain.

Kuliner khas Jogja

Saya langsung berbaik hati menawarkan malon yang saya pesan ke mbak Ika yang duduk di samping saya. Modus, padahal sebenarnya saya ingin gantian mencoba Malon Pekingnya😛 Dan, rasa rempah masakan tadi kuat sekali. Bau kayu manisnya langsung tercium. Makanan tadi juga dilengkapi dengan saos rempah-rempah manis.

Berhubung saya masih penasaran dengan menu yang lain, saya sengaja menyapa blogger-blogger yang ada di meja lain. Selain untuk bertukar kabar, tentu saja untuk mencicipi menu yang berbeda. Saya sempat mencoba Malon BBQ yang menjadi menu terfavorit di restoran ingin menjadi tujuan baru kuliner khas Yogyakarta. Rasanya seperti ayam bakar. Cuma lebih manis dan ada rasa madunya. Ke delapan menu Malon tadi dibrandol dengan harga mulai 23.500 rupiah. Rata-rata menu berharga 27.500 rupiah. Harga yang cukup terjangkau jika dibanding dengan rasanya. Hanya Gudeg Kendil Malon yang harganya jauh berbeda. Satu kendil harganya 110.000 rupiah. Gudeg ini bisa dijadikan oleh-oleh karena tahan hingga 48 jam.

Sebenarnya saya masih ingin mencoba nasi kebuli dan sego wiwit. Kedua menu tadi disajikan dalam menu besar dalam sebuah tampah. Sepertinya enak. Pengen nyobain pas ada acara . Bisa delivery order ga ya?

BxPKhzECEAA2_Vc

2 thoughts on “Icip-icip Yummy di Cupuwatu Resto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s