Belajar itu Menyenangkan di Sekolah Alam Anak Sholeh

Kadang saya berpikir jika sekolah itu tempat anak-anak dihukum. Mereka dipaksa berjam-jam duduk manis dan dijejali berbagai macam hal yang entah apa gunanya. Tapi, bayangan tersebut tidak saya temui di Sekolah Alam Anak Sholeh di Tarumajaya, Bekasi. Hal pertama yang membuat saya tertarik, murid-murid di sekolah ini tidak memakai seragam. Anak-anak bebas menggunakan baju yang mereka sukai. Saya bahkan melihat sebagian murid mengenakan sandal ke sekolah. Sesuatu yang mungkin tidak sopan bagi sekolah lain.

Sekolah alam 1

Sekolah yang sudah 8 tahun berdiri ini terletak di bantaran sungai Alam, Bekasi. Sekarang, ada 120 murid yang belajar di sana. Rata-rata orang tua murid berlatar belakang sama: pekerja serabutan. Mereka mencari nafkah sebagai pemulung, kuli bangunan, dan buruh cuci. Saya sempat ngobrol dengan Ngapilah, seorang ibu beranak delapan. Tiga orang anaknya pernah dan sedang bersekolah di sini. Ia ingin anaknya pintar dan kelak punya hidup yang lebih baik daripada orang tuanya. Karena Sekolah Alam tidak memungut biaya, Ngapilah bisa menyekolahkan anak-anaknya.

Sampai saat ini, Sekolah Alam hanya memiliki dua ruang kelas untuk 8 kelas SD dan TK. Mereka menyekat ruangan kelas. Sebagian murid bahkan belajar di teras. Hal tersebut menjadi salah satu sebab ijin operasional sekolah alam belum turun. Mereka dianggap tidak memenuhi syarat untuk mendirikan sekolah. Untuk itu, tiap kali ujian, sekolah tadi masih menginduk di MI At Takwa.

Awalnya, sekolah alam mirip sanggar belajar. Lokasinya berpindah-pindah sesuai pinjaman ruang yang mereka dapat.  Mereka baru menetap setelah mendapat bantuan gedung dari program PNPM. Untuk biaya operasional termasuk membayar 9 orang guru, sekolah mendapat bantuan dari para donatur.

sekolah alam 2Pertengahan Agustus lalu, saya datang ke sekolah tadi untuk mendongeng sembari mengajak murid SDnya membaca buku. Di tengah-tengah kegiatan tadi, saya ngobrol dengan beberapa murid. Kata mereka, sekolah itu menyenangkan. Mereka merasa sayang jika membolos karena guru-guru dan teman-temannya baik.

Bisa jadi hal tersebut didukung oleh sistem pembelajaran yang tidak terlalu berat. Kata Pak Agustian, seorang pengelola sekolah, berkata mereka tidak memaksa muridnya menghapal banyak hal. Sekolah Alam mengajak murid-muridnya belajar matematika, fisika, kimia, dan seni dengan menyenangkan. Pelajaran-pelajaran tersebut lebih banyak menggunakan praktek dalam penyampaiannya. Salah satunya, belajar tentang pencahayaan dan jarak melalui kamera lubang jarum.

Sekolah ini tidak mengejar Ujian Nasional sebagai standar pintar atau tidaknya murid. Tapi, mereka masih mengajarkan hal-hal di sekolah umum karena masih menggunakan UN sebagai syarat kelulusan. Seorang relawan bernama Erza dengan bangga bercerita kalau ujian kelulusan kemarin, nilai rata-rata anak lebih tinggi dari sekolah induk.

Sepertinya, ada banyak hal yang ingin saya ketahui tentang cara belajar dan pengelolaan sekolah ini. Mungkin, akan lebih bermanfaat jika saya kembali ke sana sambil membawa lebih banyak buku-buku lain. Sekolah tersebut belum memiliki perpustakaan dan murid-muridnya antusias dengan buku. Ada yang mau membantu saya mendapatkan buku lagi?

Foto: dok Sekolah Alam

3 thoughts on “Belajar itu Menyenangkan di Sekolah Alam Anak Sholeh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s