Agama Penyebar Kebencian

Pagi-pagi saya hanya mengelus dada sewaktu membaca pesan dari sepupu saya. Isinya begini:
“Ya Allah, Islam punah di Jayapura😦 Marilah kita berdoa bersama-sama agar kita semua selalu dalam limpahan rahmat dan hidayatnya…..”

Pesan tersebut masih panjang. Intinya Pemda Manokwari (yang bikin sepertinya buta peta karena dia bilang Jayapura) menetapkan Manokwari sebagai Kota Injil. Akibatnya ada pelarangan jilbab, adzan, juga pembangunan masjid. selanjutnya, ajakan itu meminta supaya pesan tadi disebarkan ke sebanyak mungkin muslim. Ini bukan sekali dua kali, para sepupu saya mengirimkan pesan sejenis. Intinya, umat agama lain (nasrani) memusuhi Islam. Kita harus bela agama kita.
Saya kemudian bertanya, apakah sepupu saya pernah baca draf perdanya secara utuh? Setelah sepupu saya bilang belum, saya berkata jangan asal meneruskan pesan. Dulu di Ambon orang bunuh-bunuhan gara-gara ada gosip kalau masjid dibakar. Masjid Ambon

Kadang saya sering sedih dan malu. Islam agama yang mengajarkan kebaikan dikotori oleh umatnya yang menyebar kebencian. Sebenarnya bukan hanya Islam. Saya juga kenal beberapa teman nasrani yang status atau tweet di media sosialnya penuh dengan cerita tentang orang-orang Islam yang membenci penganut lain.

Lalu, apakah manusia yang tidak menganut agama formal bukan penyebar kebencian? Belum tentu. Saya kenal banyak orang yang membenci dengan agama karena mereka beranggapan agama itu penyebab banyak orang berperang. Berkali-kali saya katakan, bukan agama yang membuat orang berlaku buruk ke penganut agama lain, tapi ego manusia. Mereka mendapat pembenaran jika agamanya (dengan demikian dirinya)yang paling baik. Orang-orang sombonglah yang berlaku demikian. Pembenci agama juga sama sombongnya karena ia beranggapan dirinya lebih baik daripada umat beragama.

Saya lebih salut dengan orang-orang yang menolong orang lain tanpa memandang apa agama mereka. Orang-orang yang berusaha membuat lingkungannya menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali karena percaya Tuhan memerintahkan tiap manusia untuk berbuat kebaikan. Dan hal baik tidak diajarkan dengan kebencian. Seseorang yang terlalu sibuk untuk membenci tidak akan punya waktu untuk melakukan kebaikan.

Lagi-lagi saya terlalu menyederhanakan agama. Sebagai seorang muslim, saya percaya Islam menyuruh umatnya untuk lebih cerdas. Ayat Al-Quran yang turun pertama kali berbunyi: “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.” Meminjam tafsiran dari Harun Yahya, ayat ini memerintahkan manusia untuk banyak belajar. Membaca alam dan isinya. Tugas manusia menjadi pemimpin di muka bumi. Ia harus cerdas dan memahami hukum alam supaya tindakannya membuat bumi menjadi tempat yang lebih nyaman dihuni.

Musuh Islam itu bukan penganut agama lain. Musuh Islam itu kebodohan dan kemiskinan (akibat kebodohan). Seringkali saya melihat orang-orang di sekitar saya punya agama tapi tidak punya Tuhan. Membaca syahadat, salat lima waktu, dan selalu bercita-cita untuk naik haji tapi suka berbohong, mengambil sesuatu yang bukan haknya, paling parah: bodoh. Sudahkah kau beragama dengan baik? Maksudnya, apa yang kau lakukan untuk orang lain dan bumi? Mungkin tidak sempat karena terlalu sibuk menghakimi orang lain.

8 thoughts on “Agama Penyebar Kebencian

  1. “jika ingin bahagia di dunia, maka dengan ilmu. jika ingin bahagia di akhirat, maka dengan ilmu. jika ingin bahagia di dunia dan di akhirat, maka dengan ilmu” semoga kita dijadikan muslim yang taat dan berilmu. Amiin,🙂

  2. Ping-balik: Rokok itu Candu |

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s