Para Pencipta Mitos

Saat ini saya sedang baca buku Three Cups of Deceit yang ditulis oleh Jon Krakauer. Saya dapat buku tadi dari Agustinus Wibowo. Isinya tentang kebohongan-kebohongan yang dilakukan oleh Greg Mortenson. Itu lo, pendirinya Central Asia Insitute yang nulis buku laris Three Cups of Tea. Kalo menurut buku yang ditulis Greg, dulu dia ngalami kecelakaan sehabis ndaki K2. Dia nyasar trus ditolong sama penduduk sebuah desa. Saking tersentuhnya sama penduduk desa yang tulus dan baik hati, Greg janji akan balik ke sana lagi untuk bikin sekolah. Menurutnya, kalo anak-anak di Afganistan dapat pendidikan yang bagus, mereka bakal punya masa depan cerah dan nggak jadi teroris. Habis itu, Greg lalu ngumpulin donasi untuk bangun sekolah-sekolah di Afganistan dan Pakistan.

foto dari goodreads.com

foto dari goodreads.com

Nah, kalo versi Jon Krakauer, si Greg yang sempat dinominasikan untuk dapat nobel perdamaian ini pembohong besar. Dia, engga pernah kepisah dari rombongannya dan nyasar di desa. Jon, mewawancarai banyak orang untuk ngebuktiin kalo Greg memanipulasi banyak hal yang ujung-ujungnya untuk menaikkan popularitas dan dapet duit.

Saya kemarin sempat ngobrolin tentang hal ini dengan beberapa teman yang sempat baca bukunya Greg. Awalnya, mereka sempat terharu biru dan salut banget sama Greg waktu baca buku-bukunya. Bahkan ada teman yang beranggapan kalau hal yang dia lakukan keren sampai pengen niru segala. Begitu tahu versi Jon, langsung deh pada ilang simpati.

Saya jadi ingat beberapa obrolan lain sebelumnya. Di Indonesia, saya mendengar tentang beberapa pekerja sosial yang sebelas dua belas kelakuannya dengan Greg. Nggak usahlah saya sebutin namanya. Tapi intinya ada lumayan banyak orang yang saya dengar atau lihat, atau baca liputannya di media, jauh sekali dengan cerita yang saya dengar dari orang-orang yang kenal mereka langsung.

baca buku

Ada seorang kakek yang dinobatkan sebagai penyelamat lingkungan dan menang berbagai penghargaan, padahal aslinya itu cuma kecelakaan. Ceritanya panjang banget kalo dijelasin, intinya, dia engga sehebat yang media katakan. Ada seorang perempuan yang dianggap altruis karena mengajar membaca penduduk asli. Padahal, dari cerita yag saya dengar, dia engga setulus itu. Lalu ada beberapa penulis yang membuat kesan seolah masa kecilnya sangat menyedihkan trus dia berjuang dan bisa jadi hebat. Tapi, versi orang-orang yang pernah ketemu langsung banyak hal nggak masuk akal ada di boografi mereka. Ada banyak deh.

Saya tidak akan menyebut nama-nama tadi karena saya nggak kaya Jon Krakuer yang punya waktu untuk membuktikan kebohongan para pencipta mitos tadi. Lalu, kalau pun saya punya bukti, lalu mau saya apakan? Saya nggak tertarik cerita tentang keburukan orang. Sudah terlalu banyak orang memaki dan menjelek-jelekkan orang/ pemerintah di jejaring sosial.

Singkat cerita, ada banyak orang-orang yang menciptakan mitos tentang kehebatan dirinya. Ada yang awalnya nggak sengaja karena pihak ketiga mencari orang hebat. Tapi mereka mengiyakan dan munculah kebohongan publik. Ada juga yang sengaja membuat cerita bohong tentang hal hebat yang sebenarnya tidak mereka lakukan. Buntut-buntutnya, mereka ngelakuin tadi buat egonya, buat dapat popularitas, dan buat duit. Nggak sesuai banget deh sama apa yang mereka katakan

Saya malah jadi kasihan sama orang-orang yang baca atau merasa terinspirasi sama orang-orang tadi. Gimana kalau mereka trus berubah jadi baik dan melakukan sesuatu tapi batal gara-gara kecewa ditipu sama idolanya?

Dulu, saya ingin jadi tukang dongeng karena saya engga percaya kalau ada orang yang bisa memberdayakan orang lain. Hebat banget tu orang, jangankan merubah banyak orang, ngubah diri sendiri saja saya sering ngalami kesulitan. Tapi saya percaya kalau tindakan orang itu dipengaruhi apa yang ia baca, lihat, dan dengar. Kalau saya jadi tukang dongeng, saya mau cerita sebanyak mungkin tentang orang-orang yang ngelakuin hal baik supaya orang-orang lain ikutan jadi berbuat baik.

Tiba-tiba, saya balik bertanya pada diri saya sendiri. Selama ini, apa ya yang pernah saya lakukan untuk banyak orang? Saya suka ngaku jadi tukang dongeng tapi apakah saya benar-benar konsisten untuk buat cerita? Ok, saya nulis novel, tapi itu sempat ketunda lamaaa… banget untuk terbit. Sampai sekarang mau dilanjutin tapi nggak pernah niat ngeluangin waktu. Saya bikin film-film dokumenter, tapi itu kalo ada yang danain. Saya nulis di blog, tapi itu pun updatenya angot-angotan. Saya bacain buku buat anak-anak kecil, tapi itu pun pernah berhenti lama. Jadi malu. Gara-gara, nulis ini, saya langsung bikin jadwal buat nulis lagi. Semoga aja kali ini konsisten.

11 thoughts on “Para Pencipta Mitos

  1. wawww, beneran tuh Mbak? sy udah tamat padahal baca tuh buku Three Cups of Tea dan Stone Into School-nya Om Greg. di toko buku Indonesia udah ada yang jual belom ya Mbak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s