Bermain sambil Menulis Bersama

Horee… main-main lagi bareng perpustakaan keliling di Dusun Ngaran Dua, Borobudur. Setelah sebelum-sebelumnya kegiatan Javlec Junior lebih banyak diisi dengan menggambar. Sore kemarin, kita bikin acara menulis bersama. Temanya tentang perpustakaan dan buku.

Awalnya, adik-adik ini banyak yang kebingungan. Mereka pada nggak pede mau nulis apa karena selama ini di sekolah jarang ada acara menulis. Beberapa bilang takut klo tulisannya jelek. Ada juga yang begitu nulis langsung dicoret lagi karena nggak yakin sama tulisannya. Kami berkali-kali bilang kalau tulisan itu nggak ada yang bagus atau jelek. Adanya cuma tulisan yang nyenengin dibaca karena penulisnya sering-sering menulis.

Tapi ada juga adik kelas empat SD yang langsung nulis banyak banget. Awalnya, saya sempat terkagum-kagum. Dulu kan, waktu seumuran dia kan saya baru bisa baca. Cuma, habis itu saya bengong gara-gara tulisannya tentang perempuan yang mati di rumah kosong. Hah? Kayaknya ini efek kebanyakan nonton sinetron dan film horor.

Karena nggak semua yang datang bisa menulis, adik-adik yang masih kelas satu atau dua SD tetep menggambar bebas. Setelah selesai, semua gambar-gambar tadi di serahkan ke Mbak Rina. Buat ditentuin siapa yang sungguh-sungguh nulis dan layak dapet hadiah.

Habis itu, drg (tumben saya nyebut gelar :D) Taufik ngajakin adik-adik ini ngobrol tentang cara merawat gigi supaya engga berlubang. Tentang makanan apa aja yang bikin gigi lebih cepat berlubang. Di akhir obrolan, ada kuis berhadiah sikat gigi.

Kita trus rame-rame main tebak cermin. Mereka semua dibagi dua grup yang duduk saling membelakangi. Nah, tugas ketua menirukan hewan yang nama-namanya sudah disiapkan oleh Mega. Ketua kelompok lain niruin gerakan tadi dan anggotanya diskusi untuk nebak itu hewan apa. Rame deh.

Berhubung pas sesi pertama nilai mereka seri. Akrinya ada babak tambahan. Yang ternyata, seri juga. Taufik akhirnya ngasih pertanyaan terakhir. Dia lari-lari keliling sambil ngepak-ngepakin sayap. Kelompok A nebak itu elang, kelompok B nebak kupu-kupu. Waktu taufik bilang kalau tadi adalah ikan terbang, semua protes ga terima. Akhirnya nggak ada yang menang deh.

Sebenarnya kita masih pengen main-main lagi. Sayang dah jam setengah enam. Ya sudah, sesi kemudian ditutup dengan peminjaman buku. Oh iya, teman-teman kalau tertarik jadi relawan, hubungi saya di Lrwahyudyanti[at]yahoo.com ya? Kami akan menyambut dengan senang hati kalau teman-teman bantuin kami ngumpulin buku anak. Terimakasih sebelumnya.

19 thoughts on “Bermain sambil Menulis Bersama

  1. Pasti anak-anak itu semangat banget diajak main sambil belajar ya Mbak..Kalau saja sekolah juga begitu, wah, terbayang gimana berkesannya pembelajaran bagi mereka

    • Iya MBakk… Saya sering tersanjung waktu orangtua mereka cerita klo kami datang, biasanya anaknya dah nunggu-nunggu. Beda banget sama klo mereka disuruh sekolah. Ini lagi nyari dana dan banyak relawan supaya bisa lebih sering kegiatannya😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s