Bermain Bersama di Desa Borobudur :)

Horeee…. Javlec Junior punya acara perpustakaan keliling lagi di Desa Borobudur. Sore itu, saya ditemani Anta, Galuh, dan Uci memakai mobil milik Perpustakaan Guru Bangsa. Waktu kami datang, sekitar tiga puluhan anak SD bergabung. Mereka sibuk memilih dan membaca-baca buku yang mereka suka. Beberapa meminta relawan untuk membacakan buku.
Saat kami mengeluarkan peralatan gambar, adik-adik tadi langsung berebut. Uci sampai kewalahan berteriak menyuruh mereka mengantri. Hebatnya, kali ini gambar mereka sangat beragam. Bukan cuma gambar dua buah gunung dengan matahari terbit di tengah-tengah seperti biasanya. Ada yang menggambar pesawat, kapal, ikan, pelangi, bunga, pokoknya macem-macem deh.

Setelah semua menyelesaikan gambarnya, kami bermain “Beruang Mengamuk”. Jadi permainannya begini: gara-gara hutan di tebangi, beruang kehilangan tempat mencari makan. Ia kemudian menyerang penduduk desa yang punya ladang di pinggir hutan.

Waktu beruang datang dan menggeram, anak-anak yang jadi penduduk desa harus pura-pura mati atau berpegangan ke temannya yang jadi pohon. Kalau ada penduduk desa yang pura-pura mati tertawa saat digelitik beruang, dia ikut berubah jadi beruang. Nah, kalau anak yang jadi pohon, dia harus mengangkat kedua tanganya tinggi-tinggi. Kalau nanti tangannya jatuh, ia dan penduduk desa yang berpegangan padanya ikut jadi beruang. Semua pemain harus berhenti saat Uci yang jadi burung, bernyanyi. Si beruang kembali ke hutan dan penduduk desa kembali bekerja.

Setelah menunjuk salah satu anak untuk jadi beruang dan empat orang jadi pohon, permainan dimulai. Ribut banget. Semuanya pada teriak-teriak pas si beruang datang. Permainan yang seharusnya penuh dengan acara orang pura-pura mati, entah kenapa bisa berubah jadi main kejar-kejaran. Saking ramainya, saat Uci si burung bercuit-cuit (dia bingung gimana mo nyanyinya jadi diubah jadi cuitan), nggak ada yang ngedengerin. Akhirnya permainan selesai dengan semua orang berubah jadi beruang😀

Permainan kedua dimulai dengan penggantian beruang. Beruang kali ini sepertinya sangat menikmati perannya. Dia semangat sekali waktu merangkak-rangkak sambil menggeram-geram. Yang jadi penduduk desanya sebagian langsung pura-pura mati. Anehnya, sebagian anak tiba-tiba pada lari ke pojokan dan mengangkat tangan tinggi-tinggi. Heh? Kami tertawa karena di aturan permainan kan nggak ada pernyataan klo penduduk desa bisa berubah jadi pohon?😀

Berhubung sudah jam setengah enam, permainan dibubarkan. Sebelum pulang, sebagian adik-adik meminjam buku buat dibaca di rumah. Ada beberapa yang meminta, supaya minggu depan kami datang lagi. Pengen sih, semoga tahun depan bisa punya acara tiap minggu.
Sebelum pulang, kami mampir dulu ke tempat Ibu Eli untuk ngobrol tentang rencana bikin perpustakaan yang permanen. Supaya klo adik-adik ini mau minjem buku, engga harus nunggu kami datang.

Nah, temen-temen ada nggak yang mau bantuin kami ngumpulin buku anak? Atau mau jadi relawan perpustakaan keliling? Hubungi saya di Lrwahyudyanti@yahoo.com ya? Teman-teman juga bisa mendukung kami untuk memenangkan hibah dari sebuah bank. Caranya, masuk ke link lalu klik box bergambar twitter, fb, dan atau like. Terimakasih buat Wini, Indra, Ike, Mas Tezar, dan Mas Manteb buat donasinya.

27 thoughts on “Bermain Bersama di Desa Borobudur :)

  1. Desa Borobudur sebelah mana to sama candinya. Kok saya baru denger, setahu saya desa candirejo bukan borobudur karena tahun 2002 saya PKL di desa Candirejo dan Giritengah kecamatan Borobudur.
    Saya sempat mengunjungi dusun onggosoro (masuk wil desa Giritengah), pada saat itu dusun tersebut mengalami alienasi karena mayoritas penduduk Dusun Onggosoro memeluk Kejawen. Trus terdapat keunikan yang lain dari Dusun tersebut beberapa lokasi rumah penduduk tata letaknya sudah mirip dengan perumahan setiap rumah mendapatkan akses jalan.

    dan setiap malam jum’at di pedopo pamenengan terdapat acara pembacaan kitab kejawen…….

  2. Kebanyang deh ributnya anak-anak itu pas lagi kejar-kejaran dan rebutan alat gambar wkwkwk😀 Teruskan programnya tante, dalam misi menyelamatkan dunia😀

  3. ide yang kreatif tuk mengajak mereka bermain, suasana jadi tambah rame spt di kopdar 1000blogger nusantara saat kamu pegang mic dan berharap ada orang tidur jadi bangun mendengar suaramu yang berfrekuensi tinggi tuh..wekawekaweka,…Ecekecekecek..Peace…
    Salam,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s