Para Pemuja Matahari

Saat mendengar judulnya, orang sering bertanya: “Ini novel tentang Suku Aztec, Maya, atau Inca ya?” Bukaann… Ini novel tentang remaja yang keliling Jawa sendirian. Kenapa judulnya Para Pemuja Matahari? Baca deh, ada kok di akhir novelnya😛

Ceritanya, ada seorang mahasiswi berumur 19 tahun namanya Naia. Dia pamit untuk pergi ke tempat sepupunya di Jakarta. Saat seharusnya pulang, Naia pergi untuk mengelilingi Jawa. Dan mulailah dia jalan-jalan sendirian ke tempat-tempat yang dulu cuma pernah ia baca di koran dan majalah atau lihat di TV.

Waktu di Baduy, dia sempat kaget karena masyarakat sana beda banget sama buku-buku yang pernah ia baca. Saat Naia melanjutkan perjalanan ke Gunung Salak, dia bergabung dengan serombongan mahasiswa dan hilang.

Naia sempat hampir pulang, tapi ia merasa perjalanannya belum seberapa dan melanjutkan pergi ke Segara Anakan. Di tempat yang ada di Laguna Nusakambangan ini, ia bertemu dengan seorang nelayan yang masih sangat muda. Nelayan tadi harus putus sekolah untuk mencari nafkah buat keluarganya.

Perjalanannya kemudian berlanjut ke Semarang. Naia kemudian menyebrang ke Karimun Jawa dan bersenang-senang dengan seorang turis dari Inggris. Di penginapan, ia bertemu dengan serombongan turis lokal dan bersama-sama melanjutkan perjalanan ke Kawah Ijen.

Nah, itu tadi sedikit gambaran ceritanya. Kalau ingin tahu seperti apa cerita lengkapnya juga ilustrasi laiinya, baca saja di novelnya. Ayo cari di rak novel di toko buku terdekat. Atau, bisa dipesan lewat Lrwahyudyanti@yahoo.com atau 08170420500. Harganya didiskon dari Rp. 39.500 jadi Rp.30.000 (belum termasuk ongkos kirim).

“Dengan tutur kata yang sederhana, pengalaman perjalanan penulis dengan catatan sejarah dan kebudayaan setempat mampu membuat pembaca terhanyut..”Kioen Moe, General Manager Program and Development Metro TV

“Membaca novel ini membuat saya iri! Iri pada Naia yang udah keliling Jawa dan menikmati budaya plus pemandangan yang eksotis. Kapan ya bisa jalan-jalan kayak dia?” (Ken Terate, penulis teenlit).

54 thoughts on “Para Pemuja Matahari

      • mw beli bukunya sekarang masih ada ga ya? soalnya sudah sempat punya namun belum baca sudah di pinjam duuan sama junior,, n di hilangkan pula,,,,

        cari” di toko buku susah dapetinnya,,,,
        dimana saya bisa mendapatkannya lagi?

  1. Selamat ya Lutfi akhirnya terbit juga nih😉
    Kayakna saya wajib punya buku ini, ingin tahu petualangannya di Ijen hehe..
    bisa pesan ga?

  2. Ping-balik: Online | negeribocah

  3. ,,lha bukannya Naia ke karimun jawa barengan sama mahasiswa bdg yg klo diphoto suka meletin lidah? :p congratz ya,say..

  4. Naia2… kok berasa kek Luthfi ya ?😀

    beberapa detail perjalanannya mirip sama Travel in Love-ny Lu Qi. terutama info2 yg di Badui. Ternyata arus tradisional tidak kuat membendung gerus modernitas. #kata2sokserem*

    buat yg suka berpetualang bukunya boleh deh dijadiin koleksi.

    salam Penjejak para petualang, Para Pemuja Matahari !!

  5. Ping-balik: Launching Novel “Para Pemuja Matahari”

  6. Ping-balik: Suatu akhir pekan di Kopdar Blogger Nusantara | KotakPermen

  7. Ping-balik: Lelang Buku GRI Jogja di Pesta Buku « KotakPermen

  8. Salam kenal, Lutfi🙂
    Saya pernah lihat buku ini di pameran (Grebeg Buku kalau ndak salah ingat), hampir beli tapi belum kesampaian.. hehe

    Salam hangat dari kaki Merapi,
    Phie

  9. Ping-balik: Bisnis Separuh Hati |

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s