Kemping oii…

Awalnya, kami bertiga membayangkan akan kemping di pantai berpasir putih yang sepi pengunjung. Sepertinya menyenangkan, seharian tidur-tiduran sambil membaca buku di pinggir pantai. Kalau cuaca cerah, mungkin kami bisa melihat matahari terbit atau tenggelam yang cantik. Setelah bertanya-tanya pada beberapa teman, kami memilih Pantai Wediombo di Gunungkidul.

Pantai Wediombo di pagi hari

Kami berangkat dari Kota Solo sekitar jam 12 siang. Karena berpikir akan menghabiskan banyak waktu kalau menggunakan kereta, kami memilih naik bus. Entah kenapa, bus yang kami naiki sebentar-sebentar berhenti. Angkutan tadi juga berputar-putar di jalan tikus hingga kami baru sampai Jogja sekitar jam 3 sore. Setelah mampir di supermarket untuk belanja bahan makanan, kami naik bus dari Jalan Wonosari.

Sepertinya, kernet bus berpikir kami turis dari jauh saat melihat tenda dan ransel-ransel kami. Ia meminta masing-masing dari kami membayar sepuluh ribu rupiah. Kernet tadi sempat marah saat saya dan teman saya protes karena penumpang lain tidak membayar segitu.

Bus sampai di Terminal Wonosari sekitar pukul lima lebih. Sudah tidak ada lagi bus lain yang menuju Jepitu. Begitu turun dari bus, beberapa sopir angkot sewaan dan tukang ojek mengerumuni kami. Sopir-sopir tersebut memaksa mengantar kami dengan ongkos dua ratus ribu sampai pantai. Ada satu yang gayanya mirip preman mengutit kami sambil menurunkan harga sewa. Nggak ramah banget pokoknya.

Kami hampir memutuskan untuk mencari penginapan dan melanjutkan perjalanan dengan kendaraan umum besok pagi. Untung saja ada teman yang ibunya tinggal tak jauh dari sana menawarkan sopir untuk mengantar. Saat tahu kami ada yang mengantar, sopir angkot yang ngotot mengantar kami tadi berteriak kesal. Saat menunggu diantar, beberapa tukang ojek bertanya darimana asal kami. Mereka tidak percaya saat saya berkata saya orang Jogja. Setelah saya menggunakan Bahasa Kromo Alus, seorang tukang ojek ngotot berkata bahwa dua orang teman saya pasti orang Vietnam atau Filipina.

Ternyata, Pantai Wediombo tidak sesepi yang kami bayangkankan. Ada banyak rombongan kemping di sana. Kami lupa kalau tiap malam tahun baru, gunung dan pantai pasti penuh dengan rombongan kemping. Pantai juga ramai dengan warung penjual makanan. Ya ampun, tahu begitu kami tidak perlu membawa air minum berat-berat dari kota. Kami memilih untuk menggelar tenda di sebuah warung yang tidak dipakai berjualan untuk menghindari air pasang.

Sebelum makan malam, kami berjalan-jalan di pantai sambil menyalakan kembang api. Saat kembali ke tenda untuk tidur, datang serombongan orang lagi. Mereka membuat api unggun sambil menyanyi di dekat tenda kami. Kami tidak terlalu memedulikan mereka karena ngantuk.

Pagi harinya, pantai ramai oleh rombongan mahasiswa. Batal deh mandi pagi di laut. Kami kemudian memilih untuk sarapan. Tiba-tiba, pemilik warung datang. Kami terburu-buru makan lalu cepat-cepat membereskan tenda dan peralatan masak.

Kami memasang tenda dan menggelar matras di bawah pohon mahoni besar. Mulai pukul sepuluh, ada banyak rombongan dan keluarga datang. Kami bertiga terlihat seperti orang aneh yang kemping ditengah-tengah sekitar 300an orang. Rombongan lain sudah memberesi tendanya dan pulang.

Setelah jam 12 siang, air mulai pasang. Lagi-lagi kami memindahkan tenda. Sore harinya, pasang semakin tinggi dan kami memindahkan tenda lagi.

Pantai mulai sepi setelah pukul lima. Rombongan kami bertambah menjadi sembilan orang saat Jhon dan kawan-kawannya bergabung. Kami beramai-ramai menggelar matras di pinggir pantai sambil membuat api unggun.

Pagi harinya, pantai terlihat lebih menyenangkan karena hanya ada beberapa orang di sana. Senangnya bisa menyusuri pantai yang bersih dari ujung ke ujung tanpa memakai alas kaki. Kami bersembilan kemudian ramai-ramai sarapan dengan menu mie dan kepiting buruan tadi malam.

Setelah kenyang, kami bermain ombak. Seru, karena ombak di pantai ini kencang sekali. Beberapa orang bahkan mencoba surfing menggunakan matras. Permainan berganti menjadi lomba menangkap trangia saat peralatan masak yang hendak dicuci Manying terbawa ombak. Puas bermain air, kami bermain pasir.

Makan rame-rame. Ada yang pakai sumpit, sendok pinjaman, botol minum, dan ranting pohon.

Sekitar pukul sepuluh, pantai mulai ramai. Ada banyak rombongan bus dari luar kota datang dan kami memutuskan untuk pulang.

21 thoughts on “Kemping oii…

    • Entahlah, yang pasti dia sok teu banget. Kata temen-temen, mukaku Jawa banget. Tapi entah kenapa sering banget dituduh orang Thailand.

    • Temen2ku yang dari Kalbar pada main ke Solo. Berhubung aku suka susah nolak ajakan jalan, ngikut deh. Kau punya blog to?

  1. Wuahh asiknyaaa ke pantai pasir putih, pengenn… tapi ngeri juga kalo didatengi para supir2 minta 200 rebong buat anterin ampe pantai ( perlu bawa pentungan kasti buat nakutin gak?😛 wkwkkw )
    Berapa jam and berapa biaya tuh? asiknya emang rame2, minimal 5 orang lah😉

    • Aslinya klo mau ke sana irit bisa naik bus.Dari Jalan wonosari sampai terminal wonosari bayar 6.000 mpe 8.000. Trus ganti bus ke jepitu, cukup 7.500. Abis itu naik ojek sampai pantai cuma 5.000

  2. katanya org jogja? kok berangkat dr solo?

    cewek ndirian???
    wow….

    camping di pantai…..
    lbh asyik di kawasan pacitan.
    atau susur pantai samas-paris nyebrang kali renang.
    ada tantangannya tuh

  3. Wah, kali ini saya benar-beanr ketemu si tukang dpngeng nih…he3x
    Bahasanya yang mengalir halus, membuat tulisannya enak di baca. Terusa terang saya ga bisa seperti itu.
    Selamat menikmati masa-masa bebas ya mba…selalgi belum ada ikatan (suami atau keluarga).
    Soalnya kalau sudah punya nanti susah bisa camping sperti ini lagi…
    Btw link mba retno dari comment yg di blog saya ga bisa diklik. Akhirnya saya nyari2, eh ketemu juga………….

    • Huaa..ha..ha.. Cari suami yang bisa diajak kemping dong. Gimana klo kita barter link saja supaya lebih mudah saling melihat blog?

  4. itulah akibatnya kalo jalan tak sama aku tersolimi ama pejahat2 jalanan. Vietnam atau Filipina apa ??? tak salah tuh emot…. Nina …. enggak… enggak… buanget…..

  5. Salam kenal mbk lutfi..
    Mbak, mau nanya donk, kalau pengen ke salah satu pantai di jogja dr solo naik kereta atau bus yang gampang rutenya itu ke pantai mana ya mbk? Kalau ke wediombo ini urut2an transportnya dari solo naik apa aja mbak? Tolong dijelaskan lagi ya mbk.. Trimakasih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s